Googgle Translate
Senin, 07 November 2011
Jumat, 23 September 2011
Selasa, 20 September 2011
KEPADA TEMAN-TEMAN YANG SUDAH BERSEDIA MEMFOLLOW BLOG INI SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH... DAN BLOG INI SUDAH SAYA PINDAHKAN KE http://ayojepret.blogspot.com
sudilah kiranya berkunjung kehalaman baru saya follow dan saya pasti akan follow balik... terimakasih
Senin, 17 Januari 2011
Beberapa singkatan dan istilah dalam fotografi
APS : Advanced Photo System
DIL : Drop in Loading
CID : Cartridge Identification number
FID : Film strip Identification number
USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
Kristal sigma : Butir-butir perak halida
AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
AFD : Auto Focus Distance Information
DIR : Development Inhibitor Releaser
SPD : Silicon Photo Diode
LCD : Liquid Crystal Display
LED : Light Emitting Diode, lampu
ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
ISO : International Standart Organization
ASA : American Standart Association
DIN : Deutsche Industry Norm
NiMH : Nikel Metal Hydride
NiCd : Nikel Cadmium
DRAM : Data Random Acces Memory
RISC : Reduce Intruction Set Computer
CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
CPL : Circular Polarizing
USM : Ultrasonic motor
ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
Lens Mount : Dudukan lensa
MF : Manual Fokus
AF : Auto Fokus
Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
DOF : Depth of Field;ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, beragntung pada: difragma, panjang lensa dan jarak objek
GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
Aperture : Diafragma
DIL : Drop in Loading
CID : Cartridge Identification number
FID : Film strip Identification number
USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
Kristal sigma : Butir-butir perak halida
AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
AFD : Auto Focus Distance Information
DIR : Development Inhibitor Releaser
SPD : Silicon Photo Diode
LCD : Liquid Crystal Display
LED : Light Emitting Diode, lampu
ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
ISO : International Standart Organization
ASA : American Standart Association
DIN : Deutsche Industry Norm
NiMH : Nikel Metal Hydride
NiCd : Nikel Cadmium
DRAM : Data Random Acces Memory
RISC : Reduce Intruction Set Computer
CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
CPL : Circular Polarizing
USM : Ultrasonic motor
ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
Lens Mount : Dudukan lensa
MF : Manual Fokus
AF : Auto Fokus
Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
DOF : Depth of Field;ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, beragntung pada: difragma, panjang lensa dan jarak objek
GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
Aperture : Diafragma
Minggu, 16 Januari 2011
Tips Mencari dan Membeli Kamera Digital
Kamera digital apa ya yang cocok untuk saya? Yang bagus merek apa? Kamera A atau kamera B?
Bagi anda khususnya yang baru pertama kali mencari dan membeli kamera digital pasti sangat dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan diatas. Berikut ada beberapa tips yang bisa dijadikan pertimbangan untuk anda yang sedang mencari kamera digital.
1. Kenali diri anda
Lho lho koq…?? Yups, dalam mencari kamera yang cocok dengan anda, maka anda harus mengenali dulu diri anda sendiri, kebutuhan anda akan kamera, dan bagaimana anda menggunakan kamera itu dalam kehidupan anda.. Misalkan anda orang lapangan yang keluar masuk hutan dan mobilitas yang tinggi di luar ruangan (outdor), maka anda membutuhkan kamera yang bisa tahan dalam kondisi-kondisi kita perkrakan yang akan terjadi. Berbeda halnya apabila anda hanya membutuhkan kamera untuk dokumentasi-dokumentasi sehari-hari , maka kebutuhan kameranya juga akan berbeda.
Nah, sudahkah anda mengetahui kebutuhan anda?
2. Kenali gadget atau jenis-jenis kamera serta fitur-fitur yang tersedia
Setelah pertanyaan diatas terjawab, maka anda melanjutkan ke tahap kedua yaitu kenali jenis-jenis kamera yang tersedia. Saat ini banyak sekali informasi-informasi mengenai kamera digital yang tersedia. Galilah informasi tersebut secara menyeluruh, sangat penting bagi anda untuk mengetahui fitur-fitur yang dimiliki sebuah kamera digital beserta aplikasi atau cara menggunakan fitur tersebut pada kehidupan nyata. Disini saya menekankan pada kalimat yang bergaris bawah, karena sangat sering orang tergoda dengan fitur-fitur yang tersedia tetapi pada akhirnya fitur tersebut tidak pernah digunakan.
3. Sesuaikan budget atau anggaran anda
Nah, setelah anda mengetahui kebutuhan dan jenis kamera yang anda butuhkan, maka sesuaikanlah anggaran yang anda alokasikan untuk kamera tersebut. Jika anggaran yang dialokasian ternyata kurang mencukupi, maka alangkah baiknya untuk menambah anggaran atau menunda pembelian (Harga kamera akan cenderung turun). Tapi apabila anggaran anda dirasa sudah cukup bahkan lebih, maka jangan terlalu memaksakan untuk menghabiskan seluruh anggaran untuk membeli kamera dengan fitur yang lebih tinggi, karena akan menjadi percuma apabila fitur yang lebih tersebut pada akhirnya tidak digunakan (mendingan dialokasikan buat yang lain).
Okeh, cukup sekian dulu, mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak sesuai..
semoga membantu..
Rabu, 17 November 2010
Bagaimana Membuat Motion Blur dalam Fotografi
Menangkap gerakan dalam sebua gambar identik dengan pemikiran orang tentang olahraga atau apa-apa saja yang bergerak cepat. Namun sebenarnya tidak semuanya seperti yang demikian itu.
ada beberapa tips yang biasanya digunakan untuk mengasilkan foto yang seolah-olah menggambarkan kejadian yang bergerak dengan cepat, biasanya di sebut dengan moving dan panning.
kita akan bahas beberapa tips disini untuk menghasilkan foto dengan effek bergerak/motion (panning/moving).
1. Turunkan Shutter Speed Anda
Alasan untuk gerakan blur adalah bahwa jumlah waktu yang rana kamera terbuka cukup panjang untuk memungkinkan sensor gambar kamera Anda untuk 'melihat' gerakan subjek Anda.Jadi nomor satu ujung dalam menangkap gerakan di gambar adalah untuk memilih kecepatan rana lebih lama.Jika kecepatan rana Anda dengan cepat (misalnya 1/4000th dari satu detik) itu tidak akan melihat gerakan banyak (kecuali obyek bergerak cepat besar) sedangkan jika Anda memilih kecepatan rana lebih lama (misalnya 5 detik), anda tidak perlu subjek Anda untuk bergerak sangat banyak sekali sebelum Anda mulai melihat kabur.
2. Hindari Getaran.
tangan yang kokoh diperlukan agar agar hasil foto tidak terlihat getar (shake) apalagi yang di foto adalah objek bergerak dengan rana yang lambat, kemungkinan untuk shake sangat besar, namun ini bisa di siasati dengan dengan menggunakan Tripod.
3. Gunakan mode Manual atau Priority
Karena dua Mode ini kita bebas berkresi dengan shutter speed ( lamanya jendela rana membuka dn menangkap suatu objek )
selajutnya tinggallah praktek dan terus mencoba karena untu mengahsilkan foto dengan efek motion memang sangat di utamakan latihan dan tidak bosan untuk selalu mencoba
selamat berkarya
ada beberapa tips yang biasanya digunakan untuk mengasilkan foto yang seolah-olah menggambarkan kejadian yang bergerak dengan cepat, biasanya di sebut dengan moving dan panning.
kita akan bahas beberapa tips disini untuk menghasilkan foto dengan effek bergerak/motion (panning/moving).
1. Turunkan Shutter Speed Anda
Alasan untuk gerakan blur adalah bahwa jumlah waktu yang rana kamera terbuka cukup panjang untuk memungkinkan sensor gambar kamera Anda untuk 'melihat' gerakan subjek Anda.Jadi nomor satu ujung dalam menangkap gerakan di gambar adalah untuk memilih kecepatan rana lebih lama.Jika kecepatan rana Anda dengan cepat (misalnya 1/4000th dari satu detik) itu tidak akan melihat gerakan banyak (kecuali obyek bergerak cepat besar) sedangkan jika Anda memilih kecepatan rana lebih lama (misalnya 5 detik), anda tidak perlu subjek Anda untuk bergerak sangat banyak sekali sebelum Anda mulai melihat kabur.
Listen
Read phonetically
Berapa lamakah pengaturan kecepatan rana Anda? - Tentu saja kecepatan Objek adalah hal yang menentukan. seekor siput yang bergerak dan sebuah mobil balap yang bergerak akan memberikan hasil yang sangat berbeda pada kecepatan rana yang sama.
faktor lain adalah banyaknya cahaya yang ada pada saat akan melakukan dan membuat foto Panning/Moving tersebut
jadi berapa lama anda harus membuka rana kamera anda ...? jawabannya adalah "subjektif" tidak ada kamus baku dalam hal ini.
2. Hindari Getaran.
tangan yang kokoh diperlukan agar agar hasil foto tidak terlihat getar (shake) apalagi yang di foto adalah objek bergerak dengan rana yang lambat, kemungkinan untuk shake sangat besar, namun ini bisa di siasati dengan dengan menggunakan Tripod.
3. Gunakan mode Manual atau Priority
Karena dua Mode ini kita bebas berkresi dengan shutter speed ( lamanya jendela rana membuka dn menangkap suatu objek )
selajutnya tinggallah praktek dan terus mencoba karena untu mengahsilkan foto dengan efek motion memang sangat di utamakan latihan dan tidak bosan untuk selalu mencoba
selamat berkarya
Sabtu, 06 November 2010
TIPS Memoto malam hari #2
Banyak diantara kita yang sering mengalami kesulitan bagaimana cara memotret di malam hari atau kurang cahaya supaya menghasilkan gambar yang berkualitas. Meskipun sekarang banyak kamera digital berkualitas dan ada kamera khusus ruang gelap yang dilengkapi sensor cahaya yang bisa mengatasi itu, tetap tidak ada salahnya kita simak tips berikut.
1. TIMING. Jika Anda harus memotret di luar ruangan di malam hari, pilihlah waktu sesaat setelah matahari terbenam, karena pada saat ini, langit masih menyimpan pendaran cahaya yang bagus. Apalagi jika ingin menambah tekstur cahaya di foto Anda. Pertimbangkan pula saat ketika bulan purnama atau bulan tinggi. Dengan pengaturan speed shutter yang tepat, Anda akan menghasilkan kualitas gambar bernuansa malam yang indah.
2. PERALATAN. Gunakan properti Tripod. Jika Anda tidak memiliki pertimbangkan alat bantu yang lain seperti obyek yang kokoh. Contohnya meja, pagar tembok. Semuanya untuk menahan kestabilan kamera Anda. Akan lebih baik jika Anda gunakan remote shutter atau kabel shutter. Karena bagaimana pun juga Kamera dengan kecepatan shutter yang rendah diperlukan untuk mengambil gambar di malam hari, untuk mendapatkan pasokan cahaya sebanyak mungkin. Untuk itu, kamera kita sangat rentan terhadap goyangan.
1. TIMING. Jika Anda harus memotret di luar ruangan di malam hari, pilihlah waktu sesaat setelah matahari terbenam, karena pada saat ini, langit masih menyimpan pendaran cahaya yang bagus. Apalagi jika ingin menambah tekstur cahaya di foto Anda. Pertimbangkan pula saat ketika bulan purnama atau bulan tinggi. Dengan pengaturan speed shutter yang tepat, Anda akan menghasilkan kualitas gambar bernuansa malam yang indah.
2. PERALATAN. Gunakan properti Tripod. Jika Anda tidak memiliki pertimbangkan alat bantu yang lain seperti obyek yang kokoh. Contohnya meja, pagar tembok. Semuanya untuk menahan kestabilan kamera Anda. Akan lebih baik jika Anda gunakan remote shutter atau kabel shutter. Karena bagaimana pun juga Kamera dengan kecepatan shutter yang rendah diperlukan untuk mengambil gambar di malam hari, untuk mendapatkan pasokan cahaya sebanyak mungkin. Untuk itu, kamera kita sangat rentan terhadap goyangan.
3. CUACA. Akan lebih bijaksana bagi Anda untuk memeriksa ramalan cuaca, supaya Anda tidak mendapatkan hujan pada saat mengambil gambar. Meskipun badai petir dan awan yang cerah akan membuat subjek yang spektakuler. Set shutter speed pada B-shutter speed atau shutter held open. Artinya shutter akan dipertahankan membuka selamat waktu exposure hingga 1 detik. Disarankan juga agar Anda membawa fixed-local lens, dengan kisaran dari 28mm ke 135mm minimum. Dengan posisi SLR terpasang ke tripod, setting juga pada ISO rendah (100 atau 200). Masih berhubungan dengan cuaca, perhatikan pula kondisi sekeliling. Hindari di bawah pohon yang berpotensi roboh atau air hujan yang tiba-tiba datang serta angin. Cek disini www.weatherscapes.com untuk persiapan lengkap terhadap kondisi cuaca buruk.
4. FLASH. Hindari penggunaan Flash. Anda dapat melakukannya dengan mudah dengan membawa tripod, atau jika Anda memiliki cahaya yang cukup untuk menembak tanpa Flash. Cahaya Flash ini membuat subjek Anda terlihat palsu, dan flash memantul dari jendela dan cermin, yang masih dapat dilihat bahkan jika mereka jauh di belakang.
5. Exposure dan Aperture. Gunakan kecepatan shutter lamban untuk memungkinkan lebih banyak cahaya untuk foto Anda. Secara umum, Anda ingin eksposur baik dari setengah detik atau lebih, tapi sebenarnya dengan dua atau tiga detik akan jauh lebih baik. Sedangkan aperture, sebuah situs Dasar Fotografi Digital yang memuat tips-tips memilih kamera digital merekomendasikan bahwa dengan lebih lamanya eksposur, Anda harus menggunakan aperture yang lebih kecil untuk menghindari setiap over-exposing dari lampu stasioner. dalam gambar. Sebaliknya, jika Anda menembak dengan shutter-speed yang lebih singkat, gunakan aperture yang lebih besar untuk menghindari noise gerak foto Anda.
6. ISO. Secara umum, Anda ingin kamera anda menggunakan nomor ISO yang lebih tinggi untuk mengimbangi kekurangan cahaya. Tetapi harus diingat, cek terus menerus hasil foto Anda, apakah tidak ada tekstur kasar atau grainy di sana.
7. Matikan fitur Anti-Shake. Karena sebelumnya kita sudah sarankan memakai Tripod, maka sebisa mungkin fungsi Anti-Goyang dinon-aktifkan. Karena
jika kamera stabil, fungsi-fungsi ini dapat memberikan efek goyang yang otomatis ketika fungsi Anti-shake ini berusaha untuk melawan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
8. Perhatikan Keamanan. Dalam arti keseluruhan. Memotret di luar ruangan pada malam hari, tentu lebih tidak aman dari pada di siang hari atau di dalam ruangan. Anda harus pertimbangkan ketika ada barang-barang perlengkapan yang jatuh atau lebih jauh amankan dari tangan-tangan jahil. Apalagi kamera Anda adalah kamera yang berkualitas yang kadang bernilai mahal. Membawa senter atau lampu penerang pembantu dan asisten mungkin lebih bijaksana. Anda akan lebih berkonsentrasi dengan kegiatan fotografi Anda. Selamat beraktifitas ya.....
Anda memiliki artikel lain seputar tips-tips soal kamera dan fotografi..silakan komentar di bawah.
Menghilangkan noise dengan software
Noise biasanya di sebabkan karena kurangnya pencahayaan, yang menyebabkan kamera haru di seting denga ISO tinggi agar lebih peka terhadap cahaya yang kurang (Under Exposure ).
Namun bagi yang punya koleksi foto berikut noise,… hehehe jangan berkecil hati. Karena ada satu software yang bisa mengurangi intensitas noise tersebut sehingga foto akan kelihatan lebih halus dan lebih enak di pandang. Nama softwarenya adalah Noiseware Profesional, dan noisware ini bisa di integrasikan dengan Photoshop lho … artinya jika kita buka photoshop, maka noiseware akan ada di dalam menu Photoshop tersebut.
sudah pada punya apa belum….?
kalau belum teman-teman bisa mendownloadnya disini.
Sekarang kita coba yuk …
Buka file foto yang ber “noise “ …ini foto temenku lho. makasih ya... Budi Rahman....yang kasih fotonya
Oh iya sebelumnya install dulu noisewarenya yang bisa di download disini (for free ).
Oke kita lanjutkan
Setelah buka Photoshop maka kemudian klik menu filter
Cari aja di bawah.. . ada kata noiseware. Klik menu itu.
Cari aja di bawah.. . ada kata noiseware. Klik menu itu.
CARA INSTAL NOISEWARE
Cara Install Noisware
Hai Friends.. mungkin kalian pernah mendapatkan hasil foto kalian penuh dengan bintik-bintik atau noise.. sangat tidak enak untuk dilihat. Kali ini saya share tentang software penghilang noise dan cara mengistallnya.
Sebelumnya jika teman-teman belum punya software ini silakan download dulu di sini.
Setelah teman-teman download. Klik dua kali file hasil download tadi ( filenya dalam bentuk Rar ya ).
Setelah itu tentukan dimana lokasi kita akan menginstallnya biasanya aku install di folder
C: \program files\adobe\adobe photoshop CS3\plugin…..
Di folder plugin itu aq bikin folder baru dengan nama Imagenomic ( karena noiseware itu kepunyaan imagenomic)
Jadi kira-kira begini C: \program files\adobe\adobe photoshop CS3\plugin\imagenomic\
Setelah itu noiseware sudah integrasi dengan photoshop CS3 .. ( karena aku pakai CS3… namun noiseware ini suppot buat potoshop jenis apa saja).
Noiseware siap digunakan..
Untuk tutorial cara menggunakan noiseware bisa di lihat disini
Semoga ada manfaatnya
Jumat, 05 November 2010
FILTER CPL, FUNGSI DAN KEGUNAANNYA
Kali ini saya mencoba untuk membahas tentang filter yang biasanya di gunakan oleh para photographer.
sebenarnya ada banyak jenis filter. Tapi karena blog ini di dedikasikan untuk pemula, maka cukup beberapa jenis filter yang kita coba bahas disini yang konon merupakan filter yang wajib di miliki oleh seorang photographer.
oke friends let's begin....
Filter UV. Filter UV ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada hasil foto. Filter UV hanya sebagai pelindung lensa dari sinar ultra violet yang konon dapat menyebabkan kerusakan pada lensa. Dan juga sekaligus berfungsi melindungi lensa dari debu,sentuhan jari dan sejenisnya. Mending Filter ini yang kotor atau rusak dari pada permukaan lensanya khan, karena harga filter UV ini juga cukup murah. Jadi sangat disarankan filter ini dipasangkan di lensa anda.
sebenarnya ada banyak jenis filter. Tapi karena blog ini di dedikasikan untuk pemula, maka cukup beberapa jenis filter yang kita coba bahas disini yang konon merupakan filter yang wajib di miliki oleh seorang photographer.
oke friends let's begin....
Filter UV. Filter UV ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada hasil foto. Filter UV hanya sebagai pelindung lensa dari sinar ultra violet yang konon dapat menyebabkan kerusakan pada lensa. Dan juga sekaligus berfungsi melindungi lensa dari debu,sentuhan jari dan sejenisnya. Mending Filter ini yang kotor atau rusak dari pada permukaan lensanya khan, karena harga filter UV ini juga cukup murah. Jadi sangat disarankan filter ini dipasangkan di lensa anda.
Rabu, 03 November 2010
Mitos Menggunakan Format RAW
Fotografi terkesan sederhana dan mudah, semua kamera digital bisa menghasilkan gambar bagus dan menarik, bahkan kalo terjadi kesalahan ternyata tidak terlalu sulit untuk memotret ulang. Memang terlihat mudah ya, tapi sebenarnya banyak hal yang mesti dikuasai, terutama pengenalan terhadap teknik fotografi itu sendiri dan juga penguasaan teknis terhadap alat yang digunakan, terutama kameranya.
Suatu saat saya pernah berjumpa dengan seorang fotografer yang sudah malang melintang di dunia model dengan berbagai kegiatan aktif pada komunitas fotografi. Rasanya tidak pantas kalo saya menilai kemampuan mereka dibandingkan kemampuan saya sendiri. Oleh karenanya saya coba-coba meminjam kamera fotografer tersebut sambil “mengintip” setting teknis kamera yang digunakannya.
Syukurnya beliau dengan senang hati memberikan kameranya dan saya berkesempatan melihat hasil-hasil pemotretan dan berbagai setting yang digunakan. Ini beberapa setting yang saya perhatikan sangat disukai oleh rekan fotografer ini:
Suatu saat saya pernah berjumpa dengan seorang fotografer yang sudah malang melintang di dunia model dengan berbagai kegiatan aktif pada komunitas fotografi. Rasanya tidak pantas kalo saya menilai kemampuan mereka dibandingkan kemampuan saya sendiri. Oleh karenanya saya coba-coba meminjam kamera fotografer tersebut sambil “mengintip” setting teknis kamera yang digunakannya.
Syukurnya beliau dengan senang hati memberikan kameranya dan saya berkesempatan melihat hasil-hasil pemotretan dan berbagai setting yang digunakan. Ini beberapa setting yang saya perhatikan sangat disukai oleh rekan fotografer ini:
Minggu, 31 Oktober 2010
Tips Pencahayaan
Kontras Warna (gelap-terang)
Secara umum dapat dikatakan bahwa kualitas kamera video tergantung dari kepekaan lensanya terhadap cahaya. Lensa disebut peka jika ia dapat menangkap gradasi warna (gelap-terang) yang lebar. Makin tidak peka lensa, makin sulit ia menangkap gradasi warna. Oleh lensa yang kurang peka, titik warna yang “mendekati hitam” akan ditangkap sebagai titik hitam, dan titik warna yang “mendekati putih” akan ditangkap sebagai titik putih. Demikianlah kita mengenal gambar sebagai “tajam” atau “kurang tajam” berdasarkan kekayaan informasi warna dan gelap terang yang berhasil disajikan.Karena itu, agar dapat menangkap gambar obyek secara detil, usahakan pada layar kamera video agar gambar yang tertangkap memiliki kontras warna yang rendah. Berikut ini ialah contoh buruk : mengambil obyek manusia berkulit gelap, dengan latar belakang langit putih. Kamera video auto akan mengambil “cahaya rata-rata” sedemikian rupa sehingga sebagai hasilnya gambar obyek akan gelap. Sedangkan pada kamera yang cahayanya dapat disetting manual, jika bukaan cahaya (diafragma) diperbesar agar dapat menangkap detil warna pada tubuh manusia, maka pada bagian langit warnanya akan “meledak” yaitu putih amat terang.
Cahaya “Lembut” dan “Keras”
Cahaya yang lembut (soft) akan menghasilkan gambar yang lebih bagus dibandingkan dengan cahaya yang keras. Karena itu untuk keperluan shooting outdoor, terdapat waktu shooting yang ideal yaitu pagi atau sore hari dimana intensitas cahaya matahari tidak terlalu terang. Jika cahaya ini terlalu terang, sebaiknya dipakai semacam kain filter untuk menyaring cahaya yang menuju obyek shooting agar dihasilkan cahaya yang lebih soft.Pada penggunaan lambu buatan untuk indoor shooting, filter ini bisa dipakaikan pada sumber cahaya (lampu) sehingga cahaya akan berpendar dengan soft. Cara lainnya, cahaya dihadapkan ke atap atau tembok sehingga obyek shooting hanya akan menerima pantulan cahayanya yang lebih lembut.
Jumat, 29 Oktober 2010
14 Tips untuk meningkatkan hasil foto Landscape anda dan saya sendiri sebagai pemula
Tips ini ditulis oleh Pak Yadi Yasin, seorang fotografer senior dan member FN. Sebagai FN'ers yang juga suka bngt sama landscape saya tertarik untuk menyebarkan tips dari beliau ini dengan harapan semoga ini berguna buat saya sendiri khususnya dan buat pecinta landscape pada umumnya dan semoga photograpy indonesia semakin maju dan mendapat tempat di mata dunia amin....
Mungkin tips-tips ini ada yang terkesan kuno, oldies dan kurang “revolutionized” tapi mungkin ini adalah tips-tips dasar yang bisa dipergunakan sepanjang masa, terutama bagi yang ingin memulai mendalami landscape Photography.
Dari tips-tips dibawah akan juga menyinggung beberapa hal lain, seperti Rule of Third, Hyperfocal distance, dll yang hanya dijelaskan singkat krn bisa menjadi satu topik sendiri.
1. Maksimalkan Depth of Field (DoF)
Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah “tajam dari ujung kaki sampai ke ujung horizon”. Konsep dasar teori “oldies” ini menyatakan bahwa sebuah foto landscape selayaknya sebanyak mungkin semua bagian dari foto adalah focus (tajam). Untuk mendapatkan ketajaman lebar atau dgn kata lain bidang depth of focus (DOF) yang selebar2nya, bisa menggunakan apperture (bukaan diafragma) yang sekecil mungkin (f number besar), misalnya f14, f16, f18, f22, f32, dst.
Tentu saja dgn semakin kecilnya apperture, berarti semakin lamanya exposure.
Karena keterbatasan lensa (yang tidak mampu mencapai f32 dan/atau f64) atau posisi spot di mana kita berdiri tidak mendukung, sebuah pendekatan lain bisa kita gunakan, yaitu teori hyper-focal, untuk mendapatkan bidang fokus yang “optimal” sesuai dgn scene yang kita hadapi. Inti dari jarak hyper-focal adalah meletakan titik focus pada posisi yang tepat untuk mendapatkan bidang focus yg seluas-luasnya yg dimungkinkan sehingga akan tajam dari FG hingga ke BG.
Dengan DoF lebar, akibat penggunaan f/20 dan pengaplikasian hyper-focal distance untuk menentukan focus
Kamis, 28 Oktober 2010
Memelihara Kamera Digital
Merawat Kamera Digital
Dalam Workshop Fotografi-Memaksimalkan Fitur Kamera SLR yang digelar di Bentara Budaya Jakarta (25/10), sekilas sempat dijelaskan mengenai langkah-langkah dalam memilih kamera DSLR (digital single lens reflex).
Langkah-langkah tersebut adalah menentukan kebutuhan apakah anda membutuhkan kamera DSLR entry level, semi professional, atau professional. Bagi pemula, entry level bisa menjadi sebuah pilihan yang tepat, mengingat semakin tinggi kelasnya semakin dalam pula harus merogoh kocek.
Menarik garis tegas antara tiga kelas tersebut bukanlah perkara mudah, apalagi alau hanya mempertimbangkan kualitas jepretan. Kamera DSLR yang kini masuk dalam kategori semi-profesional boleh jadi mampu menghasilkan foto yang lebih baik dari kamera DSLR professional yang keluar beberapa tahun sebelumnya.
Langkah kedua adalah memastikan untuk memilih produk kamera DSLR dari merek-merek terkenal dan menghindari membeli produk dari black market demi kualitas dan layanan purna jual.
Setelah kamera dibeli, perawatan tentu menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menjaga kondisi kamera. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah denganmenyimpan kamera di tempat sejuk, kering dan kedap udara agar kamera terhindar dari jamur. Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk hal ini adalah menggunakan stopless yang didalamnya diberi silica gel.
Jauhkan kamera dari kapur barus karena selain dapat menodai badan kamera, hal tersebut dapat merusak komponen yang ada di dalam kamera. Hindari juga air yang dapat merusak.
Jangan biarkan kamera berada di bawah sinar matahari terlalu lama karena dapat merusak komponen-komponen di dalamnya. Demikian pula dengan perpindahan suhu yang ekstrim (dari panas ke dingin atau sebaliknya). Dianjurkan pula untuk selalu menggunakan tas kamera agar kamera juga terhindar dari benturan.
Kemudian, sangat dianjurkan untuk menggunakan filter pada lensa agar tidak tergores, dan jangan lupa untuk membersihkan kamera agar kondisinya tetap terjaga.
Dalam Workshop Fotografi-Memaksimalkan Fitur Kamera SLR yang digelar di Bentara Budaya Jakarta (25/10), sekilas sempat dijelaskan mengenai langkah-langkah dalam memilih kamera DSLR (digital single lens reflex).
Langkah-langkah tersebut adalah menentukan kebutuhan apakah anda membutuhkan kamera DSLR entry level, semi professional, atau professional. Bagi pemula, entry level bisa menjadi sebuah pilihan yang tepat, mengingat semakin tinggi kelasnya semakin dalam pula harus merogoh kocek.
Menarik garis tegas antara tiga kelas tersebut bukanlah perkara mudah, apalagi alau hanya mempertimbangkan kualitas jepretan. Kamera DSLR yang kini masuk dalam kategori semi-profesional boleh jadi mampu menghasilkan foto yang lebih baik dari kamera DSLR professional yang keluar beberapa tahun sebelumnya.
Langkah kedua adalah memastikan untuk memilih produk kamera DSLR dari merek-merek terkenal dan menghindari membeli produk dari black market demi kualitas dan layanan purna jual.
Setelah kamera dibeli, perawatan tentu menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menjaga kondisi kamera. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah denganmenyimpan kamera di tempat sejuk, kering dan kedap udara agar kamera terhindar dari jamur. Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk hal ini adalah menggunakan stopless yang didalamnya diberi silica gel.
Jauhkan kamera dari kapur barus karena selain dapat menodai badan kamera, hal tersebut dapat merusak komponen yang ada di dalam kamera. Hindari juga air yang dapat merusak.
Jangan biarkan kamera berada di bawah sinar matahari terlalu lama karena dapat merusak komponen-komponen di dalamnya. Demikian pula dengan perpindahan suhu yang ekstrim (dari panas ke dingin atau sebaliknya). Dianjurkan pula untuk selalu menggunakan tas kamera agar kamera juga terhindar dari benturan.
Kemudian, sangat dianjurkan untuk menggunakan filter pada lensa agar tidak tergores, dan jangan lupa untuk membersihkan kamera agar kondisinya tetap terjaga.
Selasa, 26 Oktober 2010
Memerangi Blur ..antara stabilizer, ISO, dan aperture
Blur atau buram pada hasil foto dihasilkan oleh banyak faktor. Blur bisa diharapkan atau tak diharapkan, tergantung kasus. Blur dapat disebabkan fokus yang tak tepat, kecapatan rana yang tak tepat, atau efek dari apertur yang terlalu lebar.
Dalam bahasan kali ini saya akan membahas tentang blur yang disebabkan oleh kecepatan yang terlalu rendah sehingga blur dapat disebabkan oleh karena goncangan tangan. Diketahui tak selamanya kita dapat menggunakan tripod untuk membuat kamera diam tak bergerak dalam pemotretan kecepatan rendah. Kecepatan rendah terpaksa diambil karena kurangnya cahaya dengan asumsi tanpa menggunakan lampu kilat.
Secara umum, efek gerakan/goncangan tangan dapat dieleminasi dengan setelan kecepatan tinggi pada kamera disesuaikan dengan panjang focal lensa (focal lenght). Contoh… untuk pemotretan dengan lensa 50mm, maka kecepatan rana 1/60 detik akan membebaskan efek blur karena goncangan tangan, dengan asumsi objek tak bergerak. Untuk lensa 300mm, dibutuhkan kecepatan 1/300 detik untuk membebaskan efek blur akibat goncangan tangan. Jika objek bergerak, maka ceritanya lain lagi, dan dibutuhkan kecepatan yang lebih tinggi dari teori diatas.
Pada prakteknya, ada situasi dimana kita tak bisa mencapai kecepatan diatas, tanpa mengakibatkan hasil pemotretan yang gelap. Contohnya pada pemotretan malam atau indoor. Jadi serba salah… untuk mendapatkan cahaya optimal kita harus melambatkan kecepatan rana hingga 1/4.. 1/5.. amat rendah. Butuh trik dan ketrampilan khusus untuk pemotretan kecepatan rendah tanpa tripod. Blur mengintai…
Hubungan antara ISO, Aperture maksimum, dan Stabilizer… pada prinsipnya adalah meningkatkan kecepatan rana baik secara virtual maupun real untuk memerangi blur.
Minggu, 24 Oktober 2010
TIPS Memoto malam hari #1
Memotret pada malam hari tentu merupakan suatu problem tersendiri bagi pemula, terutama jika memotretnya tanpa menggunakan lampu-kilat. Sebab sesuai anggapan pada umumnya, maka malam berarti gelap, redup dan lemah cahayanya. Sehingga tak akan mendukung hasil pemotretan karena menghasilkan gambar yang tampak gelap.
Namun demikian, memotret malam memang bukan berarti memotret gelapnya malam, melainkan memotret keadaan malam yang indah dengan gemerlapnya lampu- lampu. Jika kita berpikir seperti seorang pemula, memang akan membuat kita ragu melakukan pemotretan di malam hari tanpa menggunakan lampu-kilat. Akan tetapi menyadari perkembangan zaman, di mana fotografi juga telah berkembang demikian pesatnya, rasanya malam hari tak akan lagi menjadikan seseorang takut memotret dan membuat gagalnya suatu pemotretan karena hasilnya gelap. Pendapat tersebut rasanya akan diiyakan oleh kaum pemotret amatir atau pemula terlebih setelah munculnya era fotografi digital.
Dengan menggunakan kamera digital maka ketakutan yang sering menghinggapi pemotret pemula, sirna. Karena segala sesuatu yang menyangkut gagal dan berhasilnya sebuah pemotretan langsung dapat dikontrol, diketahui dan dilihat sesaat kemudian melalui LCD kamera digital dengan menekan tombol preview. Hal tersebut secara perlahan dan pasti menghapus anggapan akan hasil pemotretan bahwa malam tak berarti gelap - terlebih setelah fasilitas didalam kamera digital juga berkembang dengan pesatnya sehingga untuk keperluan pemotretan malam hari tanpa menggunakan lampukilat dapat diatasi dengan baik
Namun demikian, memotret malam memang bukan berarti memotret gelapnya malam, melainkan memotret keadaan malam yang indah dengan gemerlapnya lampu- lampu. Jika kita berpikir seperti seorang pemula, memang akan membuat kita ragu melakukan pemotretan di malam hari tanpa menggunakan lampu-kilat. Akan tetapi menyadari perkembangan zaman, di mana fotografi juga telah berkembang demikian pesatnya, rasanya malam hari tak akan lagi menjadikan seseorang takut memotret dan membuat gagalnya suatu pemotretan karena hasilnya gelap. Pendapat tersebut rasanya akan diiyakan oleh kaum pemotret amatir atau pemula terlebih setelah munculnya era fotografi digital.
Dengan menggunakan kamera digital maka ketakutan yang sering menghinggapi pemotret pemula, sirna. Karena segala sesuatu yang menyangkut gagal dan berhasilnya sebuah pemotretan langsung dapat dikontrol, diketahui dan dilihat sesaat kemudian melalui LCD kamera digital dengan menekan tombol preview. Hal tersebut secara perlahan dan pasti menghapus anggapan akan hasil pemotretan bahwa malam tak berarti gelap - terlebih setelah fasilitas didalam kamera digital juga berkembang dengan pesatnya sehingga untuk keperluan pemotretan malam hari tanpa menggunakan lampukilat dapat diatasi dengan baik
Minggu, 17 Oktober 2010
Mengenal Setting ISO Pada Kamera Digital
Kamera digital pada saat ini bisa diperoleh dengan mudah di pasaran, dari harga yang di bawah Rp 1 juta sampai yang berharga puluhan juta rupiah. Seiring semakin murahnya alat fotografi ini, mengakibatkan sebagian orang menjadikannya sebagai bagian dari kebutuhan hidup. Mulai dari untuk keperluan pribadi untuk membuat dokumentasi pada kegiatan-kegiatan individu, acara-acara keluarga, sampai pada kebutuhan profesional.
Artikel saya tulis kali ini akan membahas salah satu setting pada kamera digital, yaitu ISO. Tulisan-tulisan yang akan mewarnai blog ini jangan diartikan bahwa saya telah menguasai hal-hal tersebut pada tingkatan pakar, namun hanyalah sebagai ungkapan rasa ingin berbagi.
Artikel saya tulis kali ini akan membahas salah satu setting pada kamera digital, yaitu ISO. Tulisan-tulisan yang akan mewarnai blog ini jangan diartikan bahwa saya telah menguasai hal-hal tersebut pada tingkatan pakar, namun hanyalah sebagai ungkapan rasa ingin berbagi.
Jumat, 15 Oktober 2010
LOMBA FOTO KONSTRUKSI
Sebagai selingan aku kasih info buat pecinta photography di seluruh Nusantara
Pusat Komunikasi Publik (PUSKOM) - Kementerian Pekerjaan Umum.
Jl. Pattimura 20 - Keb. Baru - Jakarta Selatan.
Gedung Bina Marga Lt 1.
Telepon dan Fax : (021) 725 1536.
Website: www.pu.go.id
Contact Person : Lisniari Munthe HP : 0812 8015007 e-mail : lisniari@yahoo.com
T E M A :
“ Mendorong Sektor Konstruksi Yang Lebih Efisien, Efektif dan Bernilai Tinggi bagi Kenyamanan Lingkungan Terbangun ”
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud kegiatan ini adalah mendukung penyelenggaraan kegiatan Konstruksi Indonesia tahun 2010.
Sedangkan tujuannya adalah agar :
Sedangkan tujuannya adalah agar :
- Melalui lomba foto konstruksi dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan kegiatan konstruksi di Indonesia kepada masyarakat luas.
- Melalui lomba foto konstruksi, dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap kegiatan konstruksi di Indonesia.
- Melalui karya foto yang ditampilkan akan memicu para pelaku konstruksi nasional untuk mengikuti keberhasilan yang ditampilkan.
- Memberikan peluang kepada peserta untuk menampilkan karya fotonya kepada masyarakat jasa konstruksi dan masyarakat pada umumnya.
PESERTA
Masyarakat umum dalam maupun luar negeri yang mengabadikan obyeknya di Indonesia melalui media fotografi.
JENIS KOMPETISI
Kompetisi dibagi dua kategori:
| Kategori 1 | : Jenis foto hitam putih (BW) |
| Teknik foto | : Bebas (Konvensional dan Digital) |
| Memperebutkan juara 1, 2 dan 3 kategori 1. | |
| Kategori 2 | : Jenis foto berwarna. |
| Teknik foto | : Bebas (Konvensional dan Digital) |
| Memperebutkan juara 1, 2 dan 3 kategori 2. | |
FORMAT KARYA
Jumlah karya foto setiap peserta adalah maksimal 10 buah karya foto untuk masing-masing kategori jenis kompetisi yang diikuti.
- Ukuran Minimum 12.5 cm x 18 cm (5x7 inchi).
- Ukuran Maksimum 20 cm x 25 cm (8x10 inchi).
Foto tidak boleh ditempel diatas mat board, tidak diperkenankan mencantumkan nama atau identitas lainnya di atas atau di belakang foto, kecuali untuk judul foto dan lokasi pengambilannya.
J A D W A L
Foto diterima paling lambat tanggal 30 Oktober 2010
50 karya nominator akan dipamerkan pada acara puncak “Konstruksi Indonesia”
3 Desember 2010
50 karya nominator akan dipamerkan pada acara puncak “Konstruksi Indonesia”
3 Desember 2010
PENDAFTARAN DAN PENYERAHAN KARYA
Kirimkan karya dan alamat serta data pribadi pada alamat :Pusat Komunikasi Publik (PUSKOM) - Kementerian Pekerjaan Umum.
Jl. Pattimura 20 - Keb. Baru - Jakarta Selatan.
Gedung Bina Marga Lt 1.
Telepon dan Fax : (021) 725 1536.
Website: www.pu.go.id
Contact Person : Lisniari Munthe HP : 0812 8015007 e-mail : lisniari@yahoo.com
MEMILIH KAMERA
Disaat baru memasuki dunia photography, mungkin pernah terlintas di benak anda suatu dilema, dimana anda kebingunan untuk menentukan kamera apa yang pas dan cocok buat anda.
Hal ini memang sering di alami oleh semua photographer, karena ini adalah suatu jalan awal untuk kedepannya nanti.
Sebenarnya harga mahal bukan ukuran menjadikan suatu kualitas foto itu akan menjadi baik,, meskipun kita tidak memungkiri kalau menggunakan kamera berharga mahal maka akan memungkinkan untuk menghasilkan foto yang baik pula.
Fungsi Shutter dan Aperture dalam Mengontrol Exposure
Pada waktu kita ingin mengambil gambar dengan kamera film atau kamera digital, film atau sensor harus terkena cahaya secukupnya sesuai dengan expose yang kita inginkan untuk gambar tersebut. Kamera mempunya dua kontrol untuk mengatur hal ini yaitu shutter speed dan aperture(kenapa hanya dua, karena kamera film kita tidak biasa dengan seenaknya menganti film jika film belum habis). Konsep kerja dari shutter speed dan aperture ini hampir sama dengan kerja mata manusia.
Shutter
Prinsip kerja Shutter adalah menahan sinar yang masuk agar tidak mengenai film sampai kita mrnekan tombol shutter, kita tombol ditekan maka tirai shutter akan terbuka selama waktu tertentu yang ditentukan, sehingga film mendapatkan cahaya secukupnya.
Lamanya tirai shutter terbuka inilah yang disebut dengan shutter speed, kita dapat mengontrol lamanya sebuah tirai terbuka.
Langganan:
Postingan (Atom)
Powerful Landscape Photography.
Discover The Secrets Getting Your Landscape Photos Looking Like Professional Magazine Quality Photographs.
Click Here!






